Tampilkan postingan dengan label My Girlfriend is Gumiho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Girlfriend is Gumiho. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

my girlfriend is a gumiho



Judul: my girlfriend is a gumiho / Nae Yeojachinguneun Gumiho
Genre: RomanceComedy, fantasy
Broadcast period: 2010-Aug-11 to 2010-Sep-30

Pemain: Lee Seung Ki as Cha Dae Woong , Shin Min Ah as Gumiho , No Min Woo as Park Dong Joo , Park Soo Jin as Eun Hye In


Gu Mi-ho menunggu dengan sabar di luar gedung kampus. Dia terlihat sangat cantik dan segar. Setelah dia melihat sosok Cha Dae-woong, dia melambai dan memangil pemuda itu dengan semangat. Dae-woong di sisi lain, sama sekali tidak senang melihat keberadaan Mi-ho. Dae-woong berbalik dan berpura-pura sedang menelpon lalu menuju arah yang lain.
Menjadi sosok yang punya kekuatan supernatural ada untungnya. Kecepatan contohnya. Mi-ho muncul dari arah yang berlawanan dan dia menerima alasan kenapa Dae-woong tidak melihatnya. Mi-ho berkata dengan sungguh2, “Yah, aku yakin kalau kau tidak ingin mati, kau pasti sudah berbohong dan berpura-pura tidak mendengarku. Benar kan?” Ancaman ini tidak sungguh2 tapi ancaman inilah yang dipakai Gu Mi-ho dalam hubungan mereka. Dia tidak ragu menggunakannya bila itu perlu.
Mi-ho menarik tangan Dae-woong menuju ke ‘penemuannya yang sangat spesial’ sedangkan semua pria di kampus mulai tergila-gila pada Mi-ho. Tampilan seorang Serigala Berekor Sembilan memang cantik. Tambahan pula, dia punya aura yang bisa menarik banyak pria. Begitulah, Dae-woong membuat iri pria lainnya… hanya saja, Dae-woong menginginkan hal yang berbeda.
Dengan senang, Mi-ho menunjukkan penemuan barunya: sebuah restoran yang melayani daging sapi segar yang baru dipotong. Mi-ho benar2 ingin makan daging sapi segar. Ini adalah kegiatan rutin buat mereka tapi hari ini Dae-woong bertahan – tidak! Dia tidak boleh makan daging sapi!
Terhadap penolakan ini, Mi-ho menaikkan alisnya seolah-olah ingin berkata, “Oh benarkah?” kemudian dia bersandar lebih dekat untuk berbisik, “Lalu, aku akan memakanmu.” Itu membuat Dae-woong yang pengecut sangat ketakutan. Mi-ho mulai berceloteh lagi, “Serigala, serigal apa kabar? Aku makan nasi. Apa yang kau makan bersama nasi itu? Beberapa lauk pauk Dae-woong!” Mi-ho dengan bercanda bertanya, “Apakah dia mati? Apakah dia hidup?” Dae-woong menelan ludah dengan ketakutan. Mi-ho mengumumkan dengan gembira, “Dia hidup!” Dia berlari dengan riangnya untuk makan daging sapi.
Jadi bagaimana semuanya bisa seperti ini? Mari kita lihat sekarang. Dae-woong merekam sebuah video di sekolah silat dengan bantuan dana dari Sun-nyeo dan kawan2nya. Berlawanan dengan adegan pembukaannya, disini Dae-woong menggunakan tenaga yang besar untuk menukik ke seberang tempat latihan lalu mengacungkan pedang dengan gaya mengancam. Dia melakukan ini dengan harapan untuk memasukkannya ke internet agar menjadi cerita yang terkenal.
Seluruh anggota dalam grup itu menuruti saja kata2 Dae-woong dan Dae-woong jelas2 menikmati menjadi pemimpin. Dia juga punya sifat manja anak kaya misalnya seperti waktu dia membelikan semua orang es krim seolah-olah yang melakukan itu adalah bintang besar yang mentraktir para staffnya. Dae-woong juga membual tentang peran dalam film yang hampir dia dapatkan. Dia adalah finalis-nya dan audisinya untuk film berikutnya akan segera tiba.
Dae-woong membawa teman2nya, Sun-nyeo dan Byung-soo, ke salon rambut kakeknya dsan berjanji untuk memberikan mereka kriting gratis. Dia sendiri ingin agar rambutnya dibenahi untuk persiapan audisinya yang berikutnya. Jeleknya, manajer menelpon kakek, yang marah pada Dae-woong karena merusak statusnya sebagai cucu pemilik salon, lagi. Dae-woong berpikir cepat dan kali ini mengatakan kalau dia akan membayar. Kemudian, Dae-woong kabur.
Dae-woong mengebut dengan motor barunya yang mencolok. Motor yang dibeli dengan uang sekolah yang diberikan oleh kakek – siapa yang perlu pendidikan kalau kau akan menjadi bintang film? Akan tetapi, polisi menghentikan Dae-woong sebab kakek melaporkan bahwa motor itu curian jadilah Dae-woong ditangkap untuk dimasukkan ke penjara. Dimana kekhawatiran Dae-woong yang terbesar muncul: di dalam penjara rambutnya akan dikeriting!
Bibi Min-sook membayar jaminan agar Dae-woong bisa keluar dari penjara. Dia membela Dae-woong sebab bibi bisa bersikap lebih toleran ketimbang ayahnya (kakek Dae-woong). Akan tetapi, kakek diwajibkan untuk bisa mengubah perilaku cucunya dan mengumumkan kalau dia akan mengirim Dae-woong ke akademi displin untuk mendapatkan pendidikan. Kakek meminta Dae-woong untuk mendaftar ulang di sekolah.
Dae-woong protes – bagaimana dengan audisinya? Kakek tidak berubah pikiran dan berkata bahwa sampai Dae-woong menjadi seseorang (yang lebih matang), dia dihukum. Kakek serius dan dia bahkan tidak akan membiarkan Dae-woong lepas dari genggamannya meski itu untuk pipis sekalipun.
Dae-woong menawarkan satu sepatunya sebagai jaminan kalau dia tidak akan kabur dan itu memberikan Dae-woong sedikit ruang ketika mereka beristirahat di stasiun peristirahatan. Dae-woong bersembunyi di sebuah tong sampah kosong, jadi saat kakek datang untuk mencarinya, kakek berpikir kalau Dae-woong kabur lewat jendela. Kakek berteriak dengan putus asa sedangkan Dae-woong mengendap-endap di belakang truk pengantar barang. Sukses dah!
Nah, sekarang untuk cerita asli sang Gumiho. Cerita ini diceritakan oleh seorang biksu kepada pengunjung kuilnya saat dia mengacu ke sebuah lukisan di dinding. Di atas lukisan dinding itu terdapat gambar seorang wanita tua dan seekor serigala. Gambar itu menceritakan tentang Gumiho yang ingin menjadi manusia.
Serigala di lukisan itu berubah menjadi manusia dan inilah Mi-ho yang keluar dari lukisan. Dia hidup tentu saja. Dia muncul di dunia dan mengambil wujud manusia serta hidup di sekeliling manusia. Karena kecantikannya, dia membuat para pria bertekuk lutut dihadapannya serta megap2 tidak bisa bernafas karena saking kagumnya. Hal ini pasti terjadi kemanapun dia pergi.
Para pria menjadi gila karena Gumiho dan ini adalah masalah besar. Para wanita tidak menyukainya. Mereka percaya kalau rahasia kecantikan Gumiho ada di ekornya yang berjumlah sembilan. Mereka lalu berdoa pada wanita yang ada dilukisan. Wanita itu adalah roh nenek moyang. Permintaannya adalah agar ekor sang Gumiho dihilangkan.
Arwah nenek moyang mendapati dirinya berada dalam sebuah konflik. Tapi akhirnya mendapatkan ide. Dia percaya kalau semua ini akan berakhir bila dia mencarikn suami untuk sang Gumiho. Seorang pria dipilih dan Gumiho siap untuk melaksanakn pernikahannya.
Sayangnya, tidak ada seorang wanita pun yang mau menyerahkan seorang pria ke genggaman Gumiho. Mereka kemudian menyebarkan gossip kalau Gumiho memakan 100 hati manusia agar bisa berubah menjadi manusia. Ini tentu membuat takut semua orang dan pada hari pernikahannya, Gumiho ditolak. Roh nenek moyang memotong ekor Gumiho dan mengurungnya selamanya di dalam lukisan selamanya. Sekarang dia disana tanpa ekornya.
Setelah tersangkut di truk selama beberapa saat, Dae-woong turun di sebuah jalanan pegunungan entah dimana. Suasananya gelap dan hujan. Dia memberi sinyal pada sebuah mobil untuk meminta tumpangan. Ternyata pengendara mobil itu adalah biksu yang tadi. Dia membawa Dae-woong ke kuil untuk bermalam.
Dae-woong meminjam telpon biksu itu untuk menelpon bibinya, Min-sook. Dia mencoba menebak-nebak nomer hp bibinya itu. Tapi sinyal di tempat itu jelek sekali. Jadi, Dae-woong memegang telponnya dan berkelana ke beberapa tempat untuk mencari sinyal yang lebih kuat. Dae-woong sampai ke sebuah kuil terisolasi dimana lukisan Gumiho disimpan. Dae-woong akhirnya mendapatkan sinyal tepat di luar kuil. Dia kemudian mencoba menelpon bibinya lagi beberapa kali. Dia menelpon nomer yang salah tapi yang terakhir meminta Dae-woong untuk tidak menutup telponnya. Jadi Dae-woong tetap bisa online.
Orang terakhir yang ditelpon Dae-woong ini membuat beberapa pernyataan keingintahuan. Seperti, bagaimana Dae-woong terlihat lebih bagus kalau topinya dilepas. Dengan marah2, Dae-woong melihat hp-nya – hp itu sudah mati tapi tetap ada suara yang keluar dari hp itu. Apa yang terjadi? Dae-woong mencoba untuk menyingkir. Akan tetapi, suara di hp itu memperingatkan kalau Dae-woong pergi maka dia akan sangat marah. Suara itu punya tugas untuk Dae-woong dan mengundangnya untuk masuk ke dalam.
Mi-ho menuntun Dae-woong ke lukisan di dinding dan menyuruhnya untuk menggambar sembilan ekor pada serigala di lukisan itu. Dae-woong tetap ketakutan tapi Mi-ho menyuruhnya untuk cepat2. Jadi dengan terburu-buru, Dae-woong menggambar sembilan ekor di serigala dalam lukisan itu. Ketika Dae-woong menggambar, alam menjadi terganggu: kilat muncul dan anjing penjaga menggong dengan keras. Biksu menyadari ada yang salah dan bergegas ke kuil Gumiho.
Saat Dae-woong selesai menggambar, Mi-ho akhirnya bebas dari lukisan itu. Dan tahu tidak, surga benar2 tidak suka ini. Badai membuat Dae-woong takut dan malah kabur dari tempat itu. Dia berlari dan jatuh di bukit berbatu. Dia mendarat dengan keras dan pingsan.
Mi-ho menemukan Dae-woong dan memandangnya dengan penuh penasaran. Dae-woong tidak akan bangun jadi dia memutuskan untuk menolong. Pria itu sudah membantu menggambarkan ekor di lukisan dan sebaiknya Mi-ho juga membantunya. Mi-ho mendekat ke tempat Dae-woong dan meniupkan energi mistis ke mulut Dae-woong. Energi ini disebut ‘manik-manik serigala’. Ketika Mi-ho melakukan itu, ekor-nya berkilat-kilat dibawah cahaya bulan.
Pada pagi harinya, Dae-woong bangun dengan posisi yang aneh – dia tersangkut di cabang pohon yang tinggi. Dia hanya ingat bagian ketika terpeleset di bukit berbatu di sisi gunung. Ketika Mi-ho mendekat, Dae-woong sama sekali tidak mengenalinya. Bahkan tetap tidak kenal ketika Mi-ho memberitahunya kalau mereka bertemu tadi malam.
Akan tetapi, beberapa frase yang diucapkan Mi-ho memicu ingatan Dae-woong. Dia adalah gadis yang ditelpon tadi malam itu. Dae-woong ketakutan sebab dia berpikir kalau Mi-ho adalah hantu. Maka, dia menyentuh pipi Mi-ho dan akhirnya lega karena ternyata dia manusia. Mi-ho menganggapnya sebagai pujian, “Apa aku terlihat seperti manusia?” Sekarang, Dae-woong jadi marah sebab mengira Mi-ho mengerjainya malam sebelumnya. Dia mengajak Mi-ho kembali ke kuil itu untuk mengakui tentang lukisan yang sudah dia coret. Hal itu dianggap Dae-woong sebagai vandalisme.
Mi-ho berbicara yang sejujurnya tapi cerita itu begitu fantastik sehingga Dae-woong mengartikannya sebagai cerita yang sangat manusiawi. Contohnya saja, Mi-ho mengeluh kalau dia tidak suka kuil itu – dia dikurung disana oleh seorang nenek dan baginya hal itu sangat membosankan. Dae-woong mengartikan itu bahwa Mi-ho adalah pembuat masalah yang sedang menerima hukuman.
Dae-woong bertanya sudah berapa lama Mi-ho dikurung di dalam kuil. Mi-ho menjawab, “Lima ratus tahun.” Hal itu membuat langkah Dae-woong terhenti dan meminta cerita lengkapnya. Mi-ho menceritakan semuanya. Cerita tentang roh nenek moyang adalah cerita yang sangat terkenal dan gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Gumiho. Jadi Dae-woong berikir kalau Mi-ho mengarang cerita itu atau dia gila.
Mi-ho menjelaskan kalau dia juga sudah menolong Dae-woong. Alasan kenapa Dae-woong tidak merasa sakit adalah karena Mi-ho memberianya manik2 serigala yang sekarang ada di dada Dae-woong. Mi-ho mencari-cari dibalik T-shirt Dae-woong untuk menunjukkan letak manik2 serigala itu berada. Dae-woong menyingkirkan tangan Mi-ho sebab dia yakin gadis itu pasti sudah gila. Dae-woong berkata kalau Mi-ho seharusnya punya ekor sembilan dan Mi-ho menjawab kalau ekor2nya hanya muncul di bawah sinar rembulan.
Cukup sudah. Dae-woong pergi sendiri. Dia mengarahkan Mi-ho ke arah yang lain lalu berjalan pergi. Hanya saja, seekor babi datang. Meski Dae-woong sangat ingin menyingkirkan gadis yang dia anggap gila, tapi dia tidak bisa membiarkan gadis itu mati di tempat itu. Jadi dia kembali untuk menjemput si serigala. Mi-ho sebenarnya tidak takut pada binatang itu tapi Dae-woong menarik tangannya dan mereka pun mulai lari.
Sementara itu, seorang misterius bernama Dong-joo, Pemburu Gumiho, muncul di kuil. Dia merasakan gangguan yang terjadi dan memeriksa kuil yang terisolasi. Dia bergumam kalau dia melakukan semua pencegahan ini untuk memastikan kalau Gumiho tetap terkurung. Di kota terdekat, Dae-woong berpisah dengan Mi-ho dan dia menjual sebuah kalung untuk mendapatkan uang. Dia menduga kalau kakeknya membayar uang sekolah maka dia bisa pulang ke rumah dengan selamat. Di rumah, kakek membayar uang sekolah lalu berhenti untuk berpikir, “Tunggu. Apa ini artinya aku kalah lagi kali ini?”
Dae-woong menelpon sekolahnya dan mendapatkan konfirmasi yang artinya dia bebas kembali ke Seoul. Mi-ho memanfaatkan telinganya yang tajam dan menguping setiap detail percakapan Dae-woong lalu mulai mengikutinya. Dae-woong berpikir kalau dia bisa mengabaikan Mi-ho dengan mudah sebab Mi-ho tidak tahu apa2 tentang dirinya. Jadi, ketika Mi-ho memanggil nama Dae-woong, anak kaya ini terkejut. Mi-ho bahkan menguraikan data pribadi Dae-woong dan meminta pemuda itu untuk mentraktirnya makan siang. Dae-woong terjebak dengan gadis gila.
Dae-woong mengajaknya ke restoran panggang, dimana Mi-ho tidak sabar untuk mencicipi daging setelah 500 tahun! Dia hampir menggigit sepotong daging mentah tapi Mi-ho segera menahan dirinya – dia telah bekerja keras untuk bisa tampil seperti manusia dan makan daging mentah sangat tidak manusiawi.
Dae-woong mengejek kepercayaan tentang dirinya yang seorang Gumiho. Dia mengatakan kalau kakeknya sering meminta dirinya untuk bisa bersikap seperti manusia. Itulah satu2nya kesamaan mereka. Dae-woong bertanya tentang keluarga Mi-ho dan dia menjawab kalau dia tidak punya siapa-siapa. Itu membuat Dae-woong langsung bersimpati pada Mi-ho.
Dae-woong permisi untuk pergi ke kamar mandi tapi sebenarnya dia berencana untuk kabur. Dia sudah merencanakan ini sejak membelikan makan siang untuk Mi-ho. Saat Dae-woong tidak kembali juga, Mi-ho berinisiatif untuk mencari pemuda itu – hanya, dia terkagum melihat semua kursi yang ada di kamar mandi. Dia membuka sebuah tempat duduk dari porcelain, terpesona pada kecantikan benda itu dan memutuskan kalau itu adalah sumur. Dan kebetulan dia sedang haus…
Untungnya, Mi-ho memutuskan kalau itu sumur yang indah tapi tidak bersih. Daging adalah masalah yang lain. Saat dia memasukkan daging itu ke mangkuk, dia secara tidak sengaja menjatuhkannya. Mi-ho menyentuh daging itu tapi kemudian dia menangkap bau para pengejarnya (biksu, Dong-joo, dan polisi) di udara dan memutuskan untuk kabur.
Dong-joo mendengar kalau gadis itu di resto itu bersama seorang pria muda – yang ciri2nya sama dengan pria yang menginap di kuil – dan menebak kalau mereka bersama. Saat Dong-joo sudah bisa memperbaiki hp biksu yang rusak, dia bisa siapa yang ditelpon pemuda itu dan mulai melakukan pelacakan. Jujur saja, Dong-joo belum pernah bertemu dengan Gumiho itu tapi dia yakin dia akan bisa melacaknya dari kecantikan dan auranya.
Bibi Min-sook masuk ke dalam lift dan kentut. Tapi dia panik waktu seorang pria misterius masuk ke dalam lift juga padahal bau kentutnya bibi belum hilang. Tapi pria misterius itu berusaha untuk tidak memedulikan bau itu. Dan ketika dua wanita masuk ke dalam lift dan megap2 karena tidak bisa bernafas, sang pria misterius mau mengaku kalau dialah yang kentut dan meminta maaf. Min-sook sangat tersentuh pada sikap ini dan membungkuk untuk mengucapkan terima kasih. Pria itu malah merasa kalau Min-sook sangat menarik.
Dae-woong sangat ingin menggunakan bus berikutnya untuk kembali ke Seoul, hanya dia diikuti oleh Mi-ho. Dae-woonr berpikir kalau Mi-ho membuntutinya selama ini dan tidak percaya pada penjelasan Mi-ho kalau dia mengikuti Dae-woong lewat baunya. Mi-ho mengatakan, “Aku menyukaimu. Aku akan mengikutimu.”
Sekarang Dae-woong sangat putus asa dan menuduh Mi-ho sebagai penguntit, tipe orang yang sangat akrab dengannya sebab orang selalu menempel padanya karena uangnya. Dae-woong juga menyindir cerita Mi-ho dan mengejek penejelasan kalau dia adalah Gumiho. Kekejaman ini membuat Mi-ho sakit hati. Dae-woong kemudian berbalik untuk pergi dari sana. Dengan nada yang tajam, Mi-ho bersumpah akan membuat Dae-woong percaya padanya, “Lalu, kau mati.”
Dae-woong naik bus untuk pergi ke Seoul dan langsung menuju sekolah laga. Tapi dia tetap merasa takut dan membayangkan kalau Mi-ho mengintai di setiap sudut. Yang membuatnya tenang adalah dia bertemu dengan teman2nya, Sun-nyeo dan Byung-soo. Sun-nyeo jelas ingin membuat Dae-woong senang dan memberikan kunci gedung pada Dae-woong jadi dia bisa bermalam disana.
Baru sekaranglah, Dae-woong melihat luka di punggungnya yang terlihat sangat menyakitkan. Dia tidak memperhatikannya sebab luka itu tidak terasa sakit. Tiba2 Dae-woong ingat pada penjelasan Mi-ho tentang kekuatan manik2 serigalanya. Dae-woong mulai mengatakan pengalaman anehnya pada Byung-soo dimana dia bertemu dengan seorang gadis aneh yang mengatakan kalau dirinya adalah Gumiho. Lalu, dia ingat kalau dia sudah berjanji tidak akan mengatakan pada siapa2 kalau Mi-ho adalah Gumiho. Byung-soo memperingatkan Dae-woong (setengah bercanda) bahwa jika Gumiho memintamu untuk tidak mengatakannya maka kau sebaiknya tidak mengatakannya atau mati.
Dae-woong mencoba untuk mengabaikan fakta itu dan mulai mengambil gambar. Tapi ketika bola mulai menjauh darinya, bola itu malah mendekat lagi. Dia meyakinkan dirinya kalau bola itu hanya terpental. Tapi semua bola mulai menggelinding sendiri!
Dari kegelapan munculah Mi-ho yang mengikuti Dae-woong ke tempat itu lewat baunya, seperti yang dia janjikan beberapa waktu yang lalu. Dengan gugup, Dae-woong memberikan acungan jempol lemah atas kemampuan Mi-ho dan Mi-ho mengingatkan Dae-woong kalau dia adalah Gumiho. Mi-ho melihat ke langit dan mengatakan kalau bulan akan muncul. Sekarang, dia baru bisa membuktikan semuanya pada Dae-woong.

Kamis, 03 Maret 2011

Episode 12 part 2

Mi Ho senang dan bertanya kembali, "Dong Joo, kau tidak akan pergi?" Dong Joo 
menjawab, "Aku akan menjagamu." Mi Ho bilang bahwa Dong Joo tidak perlu khawatir 
padanya karna dia akan aman menjadi manusia dan hidup bahagia bersama Dae Woong.
Wajah Dong Joo terlihat sedih dan tetap berkata bahwa dia akan menjaga Mi Ho.



Ternyata Dae Woong pergi ke tempat cetak foto dan mencetak foto dia bersama Mi 
Ho. Dae Woong juga membeli sebuah album dan meletakan fotonya dengan Mi Ho 
disana. Dae Woong bilang bahwa dia akan memulai menyimpan foto dia bersama 
dengan Mi Ho di dalam album itu.



Ketika berjalan pulang, tiba-tiba saja ada mobil yang menghampiri Dae Woong dan 
itu adalah mobilnya Dong Joo. Dae Woong bertanya, "Apakah kau datang untuk 
mengucapkan selamat tinggal pada Mi Ho?" Dong Joo bilang bahwa dia menunda 
kepergiannya. Dae Woong hanya berkomentar bahwa itu bagus jika di tunda selama 
bukan di batalkan.

Dae Woong sudah mau pergi namun dia dihentikan oleh Dong Joo yang meminta Dae 
Woong untuk tetap menjaga Mutiara Mi Ho agar Mi Ho tidak sakit dan mendapatkan 
masalah kembali. Dae Woong bilang bahwa dia akan menjaganya muskipun Dong Joo 
tidak memintanya. Dong Joo berkata, "Jika dia pergi berjanjilah padaku bahwa kau 
akan menjaganya. Kamu harus membiarkannya pergi sehingga dia dapat pergi dengan 
tenang." Dae Woong kebingungan dan berkata bahwa Mi Ho tidak ada niat untuk 
pergi dan dia juga tidak akan meninggalkan Mi Ho karna pada suatu saat nanti 
mereka berdua akan hidup bahagia bersama.

Dae Woong langsung meninggalkan Dong Joo dan Dong Joo berkata, "Jika mutiara itu 
tidak dijaga oleh dia maka kematian itu akan sedikit tidak terasa sakit. " Dong 
Joo pulang ke rumahnya dan dia melihat jam pasir, "Mutiara itu mengambil 
kekuatan Dae Woong dan aku akan menjaganya. Pertama yang harus aku dapatkan 
adalah Goblin itu."



Paginya, Mi Ho dan Dae Woong makan bersama. Dae Woong bilang bahwa Mi Ho harus 
juga makan nasi dan sayuran tetapi Mi Ho menolaknya dan akan memulai makan nasi 
dan sayuran saat dia sudah menjadi manusia. Dae Woong memberikan sayuran pada Mi 
Ho dan meminta Mi Ho latihan makan sayuran namun Mi Ho tetap menolaknya. Dae 
Woong bilang jika Mi Ho terus memakan daging maka kesehatan Mi Ho akan terganggu 
dan akan sebesar babi. Mi Ho kaget tapi dia tetap tidah mau makan sayuran.

Dae Woong terus membujuk Mi Ho dengan mengatakan bahwa Mi Ho akan memiliki kulit 
yang sehat dan cantik jika memakan sayuran. Mi Ho tertawa dan bilang bahwa dia 
sudah cukup puas akan kecantikannya sekarang. Dae Woong tertawa karna dia merasa 
jadi seorang ayah dan Mi Ho adalah anaknya. HP Dae Woong berbunyi dan itu ada 
telfon dari Byung Soo yang memberi tahu bahwa shooting di China ternyata jadi.



Dae Woong pun datang menghadap ke Dong Hong yang bilang bahwa dia sudah mengatur 
jadwal shooting di China. Dae Woong bertanya, "Berapa hari waktu yang akan di 
paka? Apakah 10 hari?" Dong Hong mengatakan, "2 bulan. kau harus bejanji padaku 
2 bulan." Dae Woong benar-benar kaget namun dia tidak bisa menolaknya.



Byung Soo bilang bahwa Dae Woong hanya akan pergi selama 2bulan dan itu bukanlah 
sebuah masalah. Dae Woong bilang bahwa dia khawatir untuk meninggalkan Mi Ho. 
Byung Soo bilang bahwa saat ini Mi Ho bukanlah anak kecil lagi. Dae Woong bilang 
bahwa Mi Ho itu berbeda dari anak kecil. Byung Soo bertanya, "Demi pacarmu itu, 
kau mau melepaskan film ini?" Dae Woong diam saja tidak tahu harus menjawab apa.



Mi Ho sedang ada di ruang rias dan Hye In masuk kedalam ruang rias juga dan 
bilang bahwa kini Dae Woong sedang bimbang untuk memilih shooting di China 
karena Mi Ho. Hye In menagih janji Mi Ho yang akan menghialng dari Dae Woong 
namun hingga sekarang Mi Ho belum juga pergi.Mi Ho bertanya, "Kenapa kamu sangat 
membenciku? Sekarang aku sedang memabntumu amun kau tetap membenciku." Hye In 
menjawab, "Kamu akan menjadi manusia dan itu semakin membuatku benci padamu. Kau
ini sangat licik. Aku kasihan pada Dae Woong."



Mi Ho sangat sedih mendengar itu dan dia lebih memilih merenung. Dae Woong 
menghampirinya dan bilang bahwa wajah Mi Ho terlihat sedih dan itu pasti karena 
Mi Ho telah mendengar tentang kepergian Dae Woong ke China. Mi Ho mengangguk dan 
bilang bahwa Dae Woong harus tetap pergi ke China dan tidak usah mengkhawatirkan 
dirinya. Mi Ho juga bilang bahwa dirinya ini Gumiho jadi Dae Woong tidak perlu 
mengkhawatirkan dirinya, Mi Ho juga meminta maaf karna dia bukan lah pacar yang 
normal.

Dae Woong tersenyum dan bilang bahwa dia akan menghibur Mi Ho yang sedang 
bersedih dengan mengucapkan 9 hal yang dia sukai dari Mi Ho. Mi Ho sangat 
bersemangat mendengar hal itu. Dae Woong berkata, "Satu kau adalah pacar yang 
sangat unik dan special. Dua, walaupun kau pergi tengah malam aku tidak perlu 
khawatir karna kekuatanmu sangat besar. Ketiga, aku tidak pernah melihatmu 
berpura-pura ya kejujuranmu! Keempat karna kau selalu berteriak dimanapun bahwa 
kau menyukaiku. Lima, karena kau selalu membuatku gugup mempunyai pacar yang 
cantik. Enam kau sangat perhatian. Tujuh selingkuh berarti mati, ketegangan! 
Delapan percayalah kau tidak akan berpisah dariku. Sembilan... Hmm kita harus 
tenangkan dulu dan melihat apakah ada orang lain. Ya sembilan karna aku sangat 
sangat sangat sangat sangat menyukaimu. baiklah pengisian kekutanmu sudah 
selesai. Aku pergi."



Dae Woong pergi dan Mi Ho tersenyum senang. Ternyata di belakang Mi Ho berdiri 
Dong Joo yang tidak menyangka Mi Ho seperti itu. Di belakang Dong Joo ada Hye In 
yang bilang bahwa tidak ada kesempatan lagi untuk Hye In masuk ke hati Dae Woong 
dan itu membuat harga dirinya terluka. Dong Joo tetap meminta Hye In mengganggu 
hubungan Mi Ho dan Dae Woong. Hye In kesal dan bertanya, "Jika kamu ingin 
memisahkan mereka, kenapa kamu hanya berdiri saja? Kamu tampak lebih kuat dari 
dia. Kalau begitu gunakan kekuatanmu, aku yakin kamu dapat melakukannya dengan 
mudah." Dong Joo berkomentar, "Aku tidak ingin memaksakan diri karna aku takut 
dia pergi."



Mi Ho kembali datang ke rumah sakit untuk menemui Dong Joo. Mi Ho bertanya, "Bolehkah 
aku ikut ke China bersama Dae Woong? Bukankah dulu kau memberikanku passport dan 
aku bisa pergi kemanapun yang aku inginkan?" Dong Joo bilang bahwa saat ini ada 
makhluk aneh yang terus mengikuti Dae Woong. Mi Ho jelas kaget mendnegar hal itu 
dan Dong Joo menjelaskan bahwa makhluk aneh itu adalah Goblin yang berasal dari 
sebuah pohon. Mi Ho khawatir Goblin itu akan mengambil Mutiaranya.

Dong Joo bilang bahwa Goblin itu tidak akan mengambil mutiara Mi Ho karna Dae 
Woong akan pergi jauh dan hal itu sangat bagus. Mi Ho pun cemberut karna itu 
artinya dia tidak bisa pergi bersama Dae Woong.



Mi Ho mempersiapkan nasi dan sayuran, itu membuat Dae Woong kebingungan. Mi Ho 
langsung memakan sayuran dan bilang bahwa sekarang Gumiho bisa memakan sayuran 
jadi Dae Woong tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Dae Woong menyarankan Mi Ho 
untuk tinggal di rumah Kakek namun Mi Ho menolaknya karna dia takut ekornya akan 
keluar. Dae Woong bertanya, "Apakah kau yakin akan tinggal disini sendiri?" Mi 
Ho bilang bahwa dia akan berlatih dan membuat Dae Woong terkejut setelah pulang 
dari China.



Dong Hong juga akan pergi ke China sehingga Bibi meminta Dong Hong agar menelfon 
sesering mungkin. Dong Hong bilang bahwa dia shooting di tempat gurun jadi 
mungkin akan sulit menghubungi Bibi namun dia akan berusaha untuk terus 
menghubungi Bibi. Bibi kesal karna dia yakin bahwa akan sulit mendapatkan sinyal 
di gurun. Dong Hong mencoba menghibur Bibi dengan mengatakan bahwa walaupun 
mereka jauh tapi hatinya tetap selalu bersama Bibi. Bibi pun tersenyum senang.



Dae Woong bersiap-siap pergi dan dia memberikan album foto pada Mi Ho. Dae Woong 
berjanji akan memberikan hal-hal bahagia nantinya setelah pulang. Mi Ho mengerti 
dan melepaskan kepergian Dae Woong. Dae Woong tiba-tiba saja datang menghampiri 
Mi Ho dan mencium pipi Mi Ho. Mi Ho jelas sangat senang. Dae Woong bilang bahwa 
ketika dia kembali maka mutiara Mi Ho akan pulih. Mi Ho tersenyum dan melepaskan 
kepergian Dae Woong.



Mi Ho melihat album foto dan bilang bahwa dia akan mengisi album foto itu. Dan 
setelah Dae Woong kembali maka mareka berdua akan hidup bahagia selamanya :) Di 
luar rumah ternyata ada si Goblin yang mencari Dae Woong namun tidak berhasil 
menemukannya karna Dae Woong sudah pergi. Goblin itu ternyata ingin memakan 
Mutiara Mi Ho agar dia mendapatkan kekuatannya kembali.

Mi Ho datang mengunjungi Kakek dan dia bilang bahwa sekarang dia dan Dong Ja 
sudah menjadi sahabat baik. Mi Ho lalu bertanya pada Kakek, "Kakek, apakah kau 
mau menjadi sahabat baikku juga?" Kakek menjawab, "Tentu saja." Kakek tersenyum 
senang dan mereka pun berfoto bersama Dong Ja.



Bibi sedang rindu Dong Hong dan Mi Ho melihat hal itu. Bibi jadi salah tingkah 
namun dia jadi gembira karna ada Mi Ho yang menemaninya dan mereka pun berfoto 
bersama.



Di rumah, Mi Ho terus berlatih makan sayuran dan dia selalu memotret semua 
kejadian untuk di simpan di dalam album fotonya agar nanti dae Woong bisa 
melihat album foto itu.

Mi Ho bertemu dengan Sun Nyeon dan bilang bahwa tas yang di pakai oleh Sun Nyeon 
sangat bagus dan terlihat sangat fashionista. Sun Nyeon lalu menawarkan agar 
mereka saling bertukar tas. Mi Ho senang dan langsung berfoto bersama dengan Sun 
Nyeon.




Mi Ho tetap bekerja pada Perempuan tua untuk memasang mata pada boneka. Mi Ho 
senang karan dia mendapatkan uang dan dia pun berfoto bersama dengan Perempuan 
tua itu sambil memamerkan uang yang telah ia dapatkan.



Mi Ho terus melewatkan hari-hari sendiri dengan tetap makan sayuran dan nasi. 
Waktu yang tersisa pun tinggal 53 hari lagi.

Ternyata Dae Woong pulang lebih cepat bersama dengan Byung Soo. Byung Soo 
bertanya, "Hey kau harusnya tetap ada disana walaupun kau tidak ada jadwal 
shooting. Apakah kau benar-benar ingin sekali bertemu dengan Mi Ho?" Dae Woong 
bilang bahwa dia mengkhawatirkan Mi Ho makanya dia pulang. Byung Soo bertanya, "Apakah 
kamu tidak memberitahu Mi Ho bahwa kau akan pulang?" Dae Woong bilang bahwa dia 
ingin membuat sebuah kejutan untuk Mi Ho.



Mi Ho datang ke rumah Dong Joo dan bilang bahwa Dae Woong sudah beberapa hari 
tidak memberikan kabar padanya mungkin karna di tempat gurun itu tidak ada 
sinyal. Dong Joo lalu menunjukan foto sebuah rumah pada Mi Ho. Dong Joo bilang 
bahwa itu adalah rumah yang terletak di pinggir kota Tokyo, Jepang. Mi Ho 
bertanya, "Wow bagus sekali. Apakah kau akan pergi kemari?" Dong Joo menjawab, "Ya. 
aku akan pergi kesana bersama dengan kamu." Mi Ho bilang bahwa dia tidak ingin 
pergi karna dia memiliki banyak rencana hidup bersama Dae Woong.

Dong Joo bilang bahwa Goblin itu masih terus berkeliaran dan itu artinya Mi Ho 
tidak boleh terlalu dekat dengan Dae Woong untuk sementara waktu agar Mutiara Mi 
Ho tidak diambil oleh Goblin itu. Mi Ho kesal pada Goblin itu dan bilang bahwa 
dia sangat ingin menangkap Goblin itu. Dong Joo meminta pada Mi Ho agar sekarang 
Mi Ho lebih fokus menjadi Manusia saja. Dong Joo juga menyarankan agar Mi Ho 
menjaga jarak dari Dae Woong dan pada saat hari ke 100 nanti Dong Joo yang akan 
mengambil Mutiara dari tubuh Dae Woong dan memberikannya pada Mi Ho.



Dae Woong sampai ke rumah dan mencari Mi Ho namun dia tidak menemukan Mi Ho. Dae 
Woong melihat album foto dan melihat foto-foto Mi Ho bersama banyak orang, dae 
Woong tersenyum senang karna itu artinya Mi Ho cukup bersenang-senang walaupun 
dirinya tidak ada. Dae Woong lalu berfikir, "Apakah dia pergi ke rumah perempuan 
tua penjual ayam itu?"



Mi Ho sedang ada di mobil bersama Dong Joo. Dong Joo bilang bahwa Mi Ho 
sebaiknya meninggalkan Dae Woong sementara sebelum Dae Woong kembali dari China.
Mi Ho bingung dan berfikir, "Apa yang harus aku katakan padanya? Apakah aku 
harus bilang tentang Goblin itu?"

Dae Woong pergi keluar rumah untuk mencari Mi Ho. Goblin itu melihat Dae Woong 
dan tahu kalau Dae Woong menyimpan Mutiara Mi Ho. Goblin pura-pura sakit kaki 
dan tidak bisa berjalan sehingga Dae Woong pun menawarkan bantuan untuk 
menggendong Goblin ke rumah sakit. Goblin tersenyum senang dan langsung memukul 
punggung Dae Woong sehingga Dae Woong terjatuh pingsan.



Tiba-tiba saja pisau Dong Joo bergetar dan memberikan isyarat bahwa Goblin itu 
ada di sekitar mereka. Dong Joo langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan dan 
turun dari mobil sambil mengambil pisaunya. Mi Ho panik dan ingin ikut Dong Joo 
menangkap goblin itu namun Dong Joo melarang Mi Ho mengikutinya karna ini sangat 
berbahaya. Dong Joo langsung berlari dan Mi Ho berkata, "Dia menangkap makhluk 
seperti aku..."



Goblin itu membawa Dae Woong kedalam gedung sekolah aksi dan bersiap-siap untuk 
mengeluarkan Mutiara dari dalam tubuh Dae Woong. Dae Woong tiba-tiba terbangun 
dan langsung kaget melihat Goblin itu. Goblin meminta Dae Woong tetap tenang 
karna dia hanya akan mengeluarkan Mutiara dari tubuh Dae Woong. Dae Woong jelas 
tidak mau mengeluarkan Mutiara itu. Goblin berkata, "Kau harus mengeluarkan 
Mutiara itu karna kau sudah di pengaruhi oleh Rubah itu. Jika kau tetap 
menyimpan Mutiara itu maka kau akan mati!"

Sementara itu Dong Joo mulai bersiap-siap dengan pisaunya dan menuju ke gedung 
sekolah aksi. Dae Woong sama sekali tidak mengetahui bahwa dia akan mati makanya 
dia meminta penjelasan dari Goblin itu. Goblin bilang bahwa dia akan menjelaskan 
semuanya setelah dia mengeluarkan Mutiara itu dari dalam tubuh Dae Woong. Dae 
Woong melarang Goblin itu mengambil Mutiara dan Goblin pun kesal makanya dia 
langsung memaksa Dae Woong.



Dong Joo datang dan melemparkan pisau. Pisau itu mengenai tangan Goblin dan 
Goblin itu pun langsung berlari keluar. Dong Joo mengejar Goblin itu namun 
sayangnya dia kehilangan Goblin itu. Goblin itu terus berlari dan akhirnya Mi Ho 
berhasil menangkap Goblin itu.



Dae Woong mengembalikan Pisau milik Dong Joo yang tadi telah di lemparkan. Dae 
Woong bertanya mengenai Goblin itu dan Dong Joo memberi tahu bahwa Goblin itu 
melihat Mutiara di dalam tubuh Dae Woong. Dae Woong bertanya, "Apakah kau 
kehilangan dia?" Dong Joo menjawab, "Dia kabur. Dia mendapatkan luka dan dia 
tidak akan mengganggumu." Dae Woong lalu bertanya, "Sebelumnya, anak itu 
mengatakan sesuatu yang aneh bahwa aku akan mati. Apa maksudnya? Kau tahu bukan?"



Mi Ho menangkap Goblin dan bertanya alasan mengapa Goblin itu selalu 
mengikutinya. Mi Ho menyebut Goblin itu iblis dan Goblin itu bilang bahwa Mi Ho 
juga adalah iblis karna mencoba mencuri kekuatan manusia dan membunuhnya. Mi Ho 
tidak emngerti apa yang di maksud oleh Goblin itu dan Goblin pun menjelaskan 
bahwa Mi Ho telah memberikan Mutiara pada Dae Woong yang akan menyerap tenaga 
Dae Woong. Mi Ho bilang bahwa yang dia tau kalau dia dan Dae Woong hanya akan 
berbagi kekuatan.

Goblin menjelaskan bahwa separuh tenaga Dae Woong kini sudah terserap dan 
sebentar lagi tenaga Dae Woong akan benar-benar habis, Setelah Mi Ho mengambil 
Mutiara itu kembali maka Dae Woong akan mati. Mi Ho tidak mengerti akan hal itu 
dan meminta kembali di jelaskan. Goblin kesal dan meminta Mi Ho agar tidak pura-pura 
tidak mengerti karna Dong Joo mengetahui semua ini. Mi Ho sangat kaget mendengar 
itu. Goblin bilang bahwa dia tidak akan kembali lagi jadi sebaiknya Mi Ho 
memberikan pesan pada Dong Joo agar tidak mengejarnya. Mi Ho lalu berfikir, "Jika 
aku mengambil kembali Mutiaraku dan menjadi manusia, maka Dae Woong akan mati?"



Dong Joo justru menjelaskan hal yang sebaliknya pada Dae Woong. Ya Dong Joo 
menjelaskan bahwa Mi Ho akan mati jika Dae Woong mengkhianati Mi Ho. Dae Woong 
bilang bahwa dia tidak akan mungkin mengkhianati Mi Ho. Lalu Dae Woong 
mengucapkan terima kasih karna Dong Joo tadi sudah menyelamatkannya. Dae Woong 
berjalan pergi namun Dong Joo langsung berkata, "Cha Dae Wong sshi, aku meminta 
dirimu untuk tetap menjaga Mutiara itu hingga 100 hari dan nanti kau harus 
mengembalikannya." Dae Woong bilang bahwa dia akan tetap menjaga Mutiara Mi Ho 
muskipun Dong Joo tidak memintanya. Setelah Dae Woong pergim Dong Joo berkata, "Dan 
tolonglah kau mati tanpa sepengetahuannya juga."



Dae Woong kembali ke dalam rumah dan dia bilang bahwa hari ini hampir saja 
Mutiara diambil oleh Goblin dan itu bisa membuat Mi Ho mati. Dae Woong merasa 
sangat untuk ternyata Mutiaranya tidak jadi di ambil. Lalu Dae Woong berfikir, "Hal 
sepenting ini kenapa dia tidak mengatakannya padaku?"



Mi Ho benar-benar sedih mengetahui hal itu. Lalu Mi Ho mengingat pertanyaan Dong 
Joo , "Bagaimana perasaanmu saat kamu menjadi manusia dan Dae Woong 
meninggalkanmu?" Mi Ho menangis karna dia bingung apa yang harus dia lakukan 
sekarang. Karna Mi Ho menangis maka Hujan pun mulai turun.

Dae Woong membuka kulkas dan kaget karna melihat isi kulkas yang banyak sayuran 
dan buah. Dae Woong menuju ke papan tanggal dan dia senang karna sebentar lagi 
semuanya akan berakhir dan Mi Ho akan menjadi manusia. Dae Woong melihat catatan 
rencana Mi Ho dan dia tersenyum lalu menambahkan, "Rencana kehidupan Dae Woong 
dan Mi Ho.




Malamnya, Mi Ho datang ke rumah sakit Dong Joo. Dong Joo bilang bahwa Mi Ho 
tidak perlu khawatir lagi karna Goblin itu sudah pergi. Mi Ho lalu bertanya, "Dong 
Joo, Gil Dal yang pernah kau ceritakan itu, kenapa ia menghilang sebelum menjadi 
manusia?" Dong Joo menatap Mi Ho dan menjawab, "Karna dia di khianati oleh 
manusa itu. Oleh cinta!" Mi Ho bertanya, "Apakah kamu akan takut jika aku 
menghilang?" Dong Joo bilang bahwa dia tidak akan pernah membiarkan Mi Ho 
menghilang. Mi Ho menatap Dong Joo sedih dan kembali bertanya, "Jika Dae Woong 
tidak mau mengeluarkan manik itu, apakah kau akan memaksanya untuk mengeluarkan 
manik itu?" Dong Joo menganggukan kepalanya.

Dong Joo lalu bilang bahwa dia akan tetap mengeluarkan Mutiara itu dari tubuh 
Dae Woong muskipun dia harus memaksanya karna jika Mutiara itu tidak di 
keluarkan juga maka Mi Ho lah yang akan mati. Dong Joo bilang bahwa Dae Woong 
sudah kembali dan dia telah menceritakan pada Dae Woong jika Dae Woong tidak 
mengeluarkan Mutiara itu setelah 100 hari maka Mi Ho akan mati. Mi Ho kaget 
mendengar itu dan bertanya, "Jadi kau telah mengatakan hal itu padanya?" Dong 
Joo mengangguk dan menjawab, "Ya. Jadi jangan khawatir, dia akan mengembalikan 
Mutiara itu padamu. Dia tidak akan membiarkanmu mati. Apa kau terkejut oleh 
Goblin itu? Aku akan membuat Teh agar kau tenang. Sekarang Goblin itu sudah 
terluka oleh pisauku dan dia akan menghilang."

Mi Ho berjalan melihat pisau Dong Joo dan dia bertanya, "Dong Joom kau katakan 
bahwa aku akan mati dan menghilang jika terlukai pisau ini, apakah itu benar?" 
Dong Joo menjawab, "Benar. Ini sangat berbahaya jadi aku akan menyimpannya. 
Tunggu sebentar disini." Mi Ho benar-benar bingung dan akhirnya dia berkata, "Aku 
harus menghilang..." (OH NO!!!)



Mi Ho datang saat Dae Woong sedang mempersiapkan daging. Dae Woong muncul di 
depan Mi Ho dan bilang bahwa dia sudah pulang. Mi Ho sangat lesu dan itu membuat 
Dae Woong heran dan bertanya, "Apakah kamu tidak terkejut?" Mi Ho menatap Dae 
Woong dan bilang bahwa dia sangat terkejut karna Dae Woong tidak memberi tahu 
kedatangannya. Dae Woong bilang bahwa dia akan ada di Korea hanya selama 3 hari 
dan dia benar-benar melewatkan perjalanan yang begitu lama. Dae Woong mencoba 
bercanda dengan bilang bahwa dia kembali bukan karna rindu Mi Ho. Mi Ho wajahnya 
semakin lesu dan Dae Woong pun mengaku bahwa alasan dia pulang karna dia sangat 
rindu Mi Ho.

Dae Woong cerita bahwa hari ini dia telah bertemu dengan anak kecil aneh yang 
hampir mengambil Mutiara Mi Ho namun untungnya Dong Joo datang dan mengusir anak 
itu. Dae Woong bertanya, "Kenapa kamu tidak pernah mengatakan padaku bahwa kau 
akan mati bila aku tidak mengembalikan Mutiaramu setelah 100 hari? Sejak aku 
berfikir bahwa kau tidak dapat mempercayaiku kembali, itu hampir membuatku 
kecewa. Tapi sekarang aku tau kalau kau tidak mengatakan hal itu karna kau 
mempercayaiku. Benarkan?" Mi Ho mengangguk dan bilang bahwa dia sangat 
mempercayai Dae Woong.

Dae Woong bilang bahwa dia akan menjaga Mutiara itu dan akan mengembalikannya 
pada Mi Ho setelah 100 hari. Mi Ho mulai menangis dan itu membuat Dae Woong 
bertanya, "Kau ada apa?" Mi Ho berkata, "Aku... Aku sangat menyukaimu. Aku 
sangat sangat sangat menyukaimu makanya aku menangis." Dae Woong menatap Mi Ho 
dan berkata, "Jika aku bersamamu maka kau tidak akan skait kan? Aku tidak akan 
pergi darimu dan tetaplah bersamaku. Aku akan melindungimu." Mi Ho juga bilang, 
"Aku... Aku juga akan melindungimu."




credit to zoladiaries.blogspot